Gubernur Jawa Tengah Hadiri Acara Tradisi Yaqowiyu

Gubernur Jawa Tengah

Tradisi Yawowiyu yang diselenggarakan di Jatinom, Klaten menyedot banyak perhatian masyarakat. Dalam tradisi tersebut, mereka memperebutkan enam ton kue apem di Lapangan Oro Oro Tarwiyah di kompleks makam Ki Ageng Gribig Jatinom.

Gubernur Jawa Tengah yang menghadiri tradisi tersebut mengatakan bahwa tradisi tersebut masih dilangsungkan dalam rangka mengenang toko penyebar Agama Islam, Ki Ageng Gribig. Ganjar menambahkan bahwa Ki Ageng Gribig membuktikan bahwa para ulama zaman dahulu datang dengan membawa kebaikan melalui pendekatan budaya. Hasilnya, tradisi yang digelar tiap tahun saat bulan Sapar dalam penanggalan Jawa yang diberi nama traidisi sebaran apem masih lestari hingga sekarang.

“Budaya ini sangat luhur. Bisa mengumpulkan semua orang hadir di sini dengan keceriaan dan kegembiraan. Para romo kiai datang melakukan pendekatan budaya untuk kebaikan. Jangan lupa saling tolong menolong, beribadah dan menjaga NKRI,” ujar Ganjar.

Ganjar Berkesempatan Membagi Apem Pertama

Sebelum apem diperbutkan, dua gunungan apem tersebut diarak dari Masjid Agung Jatinom menuju Oro-Oro Tarwiyah. Sesampainya apem di panggung, gunungan tersebut kemudian didoakan oleh ulama setempat yang berperan menjadi paraga Ki Ageng Gribig.

Sesaat setelah gunungan didoakan, Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jawa Tengah diberikan kesempatan untuk membagikan apem pertama agar diperbutkan warga. Setelah ganjr membagikan apem tersebut, para santri lantas menjatuhkan ribuan apem tersebut pada tradisi yang juga dilihat langsung oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan juga plt Bupati Klaten Sri Mulyani.

Ganjar Berpesan Agar Warga Berhati-hati

Warga berdesakan untuk memperbutkan apem yang berjatuhan. Ganjar Pranowo yang melihat hal tersebut meminta masyarakan untuk datang dan berhati-hati agar tidak timbul korban jiwa.

“Yang ingin apem ngacung? Rebutane sing ati- ati. Ini artinya betapa senengnya masyarakat hari ini. Apem berasal dari bahasa Arab ‘affan’ yang artinya maaf. Datang sepakat saling memaafkan, sepakat saling bertemu gotong royong, sepakat berbagi rejeki, sepakat gotong royong bangun berbarengan,” kata Gubernur Jawa Tengah tersebut.

“Lebih dari 15 ribu yang datang kali ini, luar biasa, mungkin karena mereka tahu Pak Gubernur memastikan rawuh (hadir),” kata Ketua Pelaksana Yaqowiyu, Ebta Nurcahya.

https://news.detik.com/berita/3713653/6-ton-apem-diperebutkan-warga-di-tradisi-yaqowiyu

Leave a Reply