Riwayat Hidup Ganjar Pranowo, dari Jualan Hingga Nyeker

Ganjar-Pranowo

Sang calon gubernor Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah meluncurkan novel biografi barunya yang berjudul “Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo”. Ganjar Pranowo mengungkapkan novel biografinya ini ditulis selama dua tahun oleh penulis Gatotkoco Suroso. Buku ini menceritakan bagaimana masa kecil yang ia jalani di keluarga yang sederhana. “Buku ini ditulis dalam proses yang cukup lama dan penulis melakukan wawancara dan riset langsung teman-teman masa kecil dan keluarga saya,” kata Ganjar di Boyolali.

Ganjar Pranowo berkata bahwa bagaimana ayahnya S Parmudji yang hanya seorang polisi berpangkat rendah harus menghidupi istri dan enam anaknya. Ibunda Ganjar Pranowo, Sri Suparni, bahkan juga membantu ekonomi keluarganya dengan berjualan kelontong dan bensin eceran. “Waktu kecil saya bantu jualan bensin, ‘kulakan’ angkat jeriken, kalau lebaran ‘lek-lekan’ (begadang) sama kakak saya jaga warung,” kenang Ganjar Pranowo.

Riwayat Hidup Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah

Satu hal yang Ganjar Pranowo rindukan pada masa kecilnya adalah berangkat kesekolah bersama teman-temannya. “Kalau berangkat sekolah itu saling ‘ngampiri’, ‘nyeker’ bareng karena gak punya sepatu,” ujarnya.

Kenangnan pahit juga membekas di hati orang nomor satu di provinsi Jawa Tengah itu pada saat keluarganya di usir dari rumah yang ditinggalinya. Ganjar Pranowo menceritakan bahwa rumah masa kecilnya di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, harus dijual dan ayahanda sepakat dengan pembeli rumah bahwa keluarganya masih diizinkan menempati sementara sampai mendapat rumah kontrakan.

Walaupun demikian pada suatu malam si pembeli rumah meminta keluarga Ganjar Pranowo untuk segera pindah. Meski kesepakatannya sudah dilanggar, namun ayahanda Ganjar Pranowo mengalah sehingga semalaman hingga subuh pergi mencari rumah  kontrakan baru. Sehingga keluarga Ganjar Pranowo terpaksa tinggal di sebuah rumah yang bersebelahan dengan pabrik gamping.

Riwayat Hidup Ganjar Pranowo Yang Pas-pasan

Dengan menanggapi novel biografi setebal 344 halaman, Ganjar Pranowo menilai presisinya hampir 100 persen. “Presisinya ya 90 persenlah, nama, waktu, dan kronologi persis sama, cuma beberapa bagian agak didramatisasi pada beberapa bagian karena bagaimanapun ini novel,” kata Ganjar.

Penulis Gatotkoco Suroso mengharapkan dengan adanya novel biografi ini dapat memberikan inspirasi bagi siapapun bahwa keterbatasan kondisi ekonomi pada masa kecil tidak perlu menjadi penghalang untuk terus berjual untuk mencapai cita-cita. “Terlahir dari keluarga sederhana menjadikan Pak Ganjar menjalani hidup yang penuh dengan perjuangan, melalui sang ayah, anak kelima dari enam bersaudara itu terdidik dengan disiplin tinggi,” paparnya.

Novel biografi “Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo” saat ini dapat dibeli masyarakat di Toko Buku Gramedia maupun secara daring seperti di Bukalapak dan Tokopedia.

http://pilkada.liputan6.com/read/3243921/cerita-masa-kecil-ganjar-pranowo-dari-jualan-hingga-nyeker

Leave a Reply